Selamat Datang di Website Puskesmas Seririt I

Rabu, 28 November 2012

Rabies Center


Rabies adalah penyakit infeksi akut yang menyerang susunan saraf pusat, menyerang hewan berdarah panas dan manusia. disebabkan oleh virus rabies (rhabdovirus), biasanya selalu diakhiri dengan kematian

Sasaran program

  1. Menurunkan angka kematian pada manusia hingga nol
  2. Meningkatkan cakupan post-eksposure treatment kepada kasus gigitan berisiko tinggi terhadap rabies
  3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap rabies

Penanganan luka gigitan HPR

  1. pencucian luka gigitan dengan sabun/deterjen dibawah air mengalir selama 10-15 menit dilakukan berulang-ulang dan diberi antiseptis
  2. tidak dibenarkan menjahit luka, bila terpaksa dengan jahitan situasi perlu diberi SAR infiltrasi sekitar luka gigitan
  3. pemberian pengobatan pasteur (post exposure treatment) sesuai dengan protap
  4. pemberian obat lain: antibiotik, ATS dll bila diperlukan (simptomatis)

Investigasi sebelum pemberian VAR atau SAR

  1. kontak/jilatan/gigitan
  2. kejadiannya didaerah tertular atau bebas
  3. apakah didahului tindakan provokatif
  4. hewan yang menggigit ditangkap?
  5. apakah penderita pernah dapat VAR
  6. hewannya apakah divaksin?

Identifikasi lokasi luka gigitan

  1. apakah lukanya risiko tinggi
  2. luka pada mukosa
  3. luka didaerah atas bahu (muka, kepala, leher)
  4. luka pada jari tangan dan kaki
  5. luka pada genitalia
  6. luka multipel (banyak tempat)

untuk luka didaerah risiko rendah diberi VAR
untuk luka didaerah risiko tinggi beri kombinasi VAR dan SAR
kontak saliva dengan daerah yang tidak ada luka tidak perlu diberi VAR atau SAR

Pemberian VAR

  • Purified Vero Rabies Vaccin (PVRV) : vaksin kering dalam vial dan pelarut 0,5 ml.dosis dewasa dan anak-anak sama 0,5 ml metode 2-1-1 (4 kali pemberian):
  • hari 0 : 2 kali pemberian deltoid kanan kiri IM
  • hari 7 dan hari 21 pemberian 1x deltoid kanan atau kiri IM

catatan: kalau penderita mendapatkan SAR diulang VAR 0,5 ml hari ke 90

Pemberian SAR

  • Serum homolog kemasan 1 vial 2 ml (1 ml=150 IU) dengan dosis 20 IU/kgBB disuntikan infiltrasi disekitar luka sebanyak mungkin dan sisanya IM, diberikan bersamaan dengan VAR, sebelumnya tidak dilakukan skin test
  • Serum heterolog (kuda) kemasan 1 vial 20 ml (1 ml= 100 IU). dengan dosis 40 IU/kgBB disuntikkan infiltrasi disekitar luka sebanyak mungkin dan sisanya IM, diberikan bersamaan dengan VAR, sebelumnya dilakukan skin test.

Alur penanganan kasus gigitan hewan



1 komentar:

  1. I would like to thank you for the efforts you have made in writing this article
    nice post, that's very interesting information thanks for sharing :)
    I introduce a Medical student in Islamic University of Indonesia Yogyakarta

    BalasHapus