Selamat Datang di Website Puskesmas Seririt I

Rabu, 28 November 2012

VCT / IMS



klinik VCT dan IMS dibangun sejak tahun 2011 dengan Pembina dr. Gede Karnaya dan dr. Indriyasa. adapun visi, misi, dan strategi klinik VCT dan IMS puskesmas seririt I adalah sebagai berikut:

Visi: 
meningkatkan upaya pengendalian penyakit menular IMS dan HIV/AIDS.
Misi:

  1. melaksanakan usaha pencegahan penulran IMS dan HIV melalui pendekatan lintas program, lintas sektoral, LSM, dan masyarakat.
  2. meningkatnya kepedulian IMS dan HIV melalui promosi, komunikasi, dan edukasi pada kelompok risiko tinggi.
  3. mengupayakan pemutusan rantai penularan pada daerah risiko tinggi.

Strategi:

  1. Penyuluhan secara berkesinambungan baik secara individual atau kelompok di lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, dan lembaga swasta/pemerintah.
  2. Penemuan kasus sedini mungkin baik itu pasif pada klien yang datang ke puskesmas atau aktif melalui kegiatan mobile klinik ke tempat risiko tinggi (lokalisasi/kafe)
  3. Sosialisasi keberadaan layanan klinik kepada masyarakat dan lembaga swasta/pemerintah.
  4. Menjalin kerjasama dengan LSM dan lembaga swasta/pemerintah untuk mendapatkan dukungan program (moral, finansial, hukum)
  5. Memberikan layanan professional sesuai SOP di klinik IMS dan klinik VCT terutama aspek sukarela dan kerahasiaan pasien.
  6. Melaksanakan promosi dan distribusi kondom secara berkesinambungan kepada kelompok risiko tinggi.

klinik IMS dan VCT menyediakan pengobatan gratis yang berpedoman berdasarkan pemeriksaan mikrobiologis sederhana. bangunannya pun terpisah dengan poli umum sehingga kerahasiaan pasien terjamin. selain itu terdapat konselor yang secara khusus dilatih untuk memberikan edukasi tentang HIV AIDS dan penyakit-penyakit infeksi menular seksual (IMS).

Dalam pelaksanaannya klinik IMS dan VCT tidak hanya menerima pasien secara pasif tetapi juga aktif mencari kelompok berisiko di tempat-tempat lokalisasi/kafe yang dinamakan VCT mobile.

Pengambilan sampel darah pada pegawai kafe untuk tes HIV

Wawancara pada pegawai kafe untuk deteksi dini penyakit IMS

0 komentar:

Poskan Komentar