Selamat Datang di Website Puskesmas Seririt I

Papan Nama Puskesmas

Memberikan pelayanan optimal, dengan motto : Senyum, Edukasi, Harmonis, .Aman, Taat, dan Indah

Halaman Puskesmas

Halaman depan Puskesmas yang cukup luas, dapat digunakan untuk tempat parkit pasien dan petugas.

Staff Puskesmas

Staff Puskesmas yang bekerja baik di pelayanan maupun operasional.

UGD Puskesmas

Suasana UGD saat pelayanan kesehatan.

Rapat Bulanan

Rapat rutin setiap bulan, bersama seluruh staff puskesmas, membahas semua permasalahan yang ada di Puskesmas.

Tampilkan postingan dengan label Program Wajib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Program Wajib. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 November 2012

Program Penanggulangan Malaria



Pelaksanaan Program:
Eliminasi malaria adalah suatu upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat dalam satu wilayah geografi tertentu, dan bukan berarti tidak ada kasus malaria impor serta sudah tidak ada vektor di wilayah tersebut, sehingga tetap dibutuhkan kegiatan kewaspadaan untuk mencegah penular-penularan kembali

Tujuan Umum :

  • Pengendalian penyakit serta vektor malaria.

Tujuan Khusus :

  • Untuk menemukan dan mengendalikan penyakit malaria di wilayah kerja Puskesmas Seririt I,
  • Untuk membina peran serta masyarakat dalam pemberantasan penyakit malaria terutama dalam pemberantasan vektor nyamuk,
  • Untuk melaksanakan penyuluhan tentang penyakit malaria di masyarakat .

Sasaran :

  • Seluruh penduduk di wilayah kerja Puskesmas Seririt I .

Kegiatan Program :


  • Reservoir : 
Melaksanakan pengambilan darah untuk pemeriksaan lab pada penderita suspek malaria dan pengobatan pada semua penderita malaria.
  • Rantai penularan:
Pemberantasan vektor malaria dengan cara melakukan penyemprotan (fogging).
  • Penduduk yang at risk :
Penyuluhan tentang penyakit malaria pada masyarakat.


Proses :

  • Planning :
Perencanaan program bekerja sama dengan pemegang program surveilan dan poliklinik.
  • Organizing :
Pertemuan lintas program dilaksanakan setiap bulan.
  • Actuating :
Bekerja sama dengan petugas program yang terkait, kader masyarakat desa yang dilibatkan dalam upaya pemberantasan vektor serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Tingkat II Kabupaten Buleleng.
  • Controling :
Evaluasi dilakukan oleh pemegang program dan dilaporkan setiap tiga bulan sekali dan tiap tahun.

Output :

  1. Target pemeriksaan darah seluruh penderita suspek malaria (100%) .
  2. Target pengobatan: seluruh penderita malaria (100%) .
  3. Target penyuluhan dilakukan satu bulan sekali .

Penemuan penderita
Passive Case Detection
adalah penemuan penderita malaria oleh petugas kesehatan di unit pelayanan kesehatan dengan menunggu kunjungan penderita
sasaran:
Semua penderita malaria klinis, baik akut maupun kronis dan penderita gagal pengobatan yang datang ke unit pelayanan kesehatan (UPK)

hasil PCD tahun 2011:
Tidak ada kasus malaria yang terdeteksi

ISPA & Diare

ISPA


Program ISPA merupakan salah satu program untuk menanggulangi penyakit menular yang melalui saluran pernafasan. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung hingga kantong paru (alveoli) termasuk jarigan adneksanya seperti sinus/rongga disekitar hidung (sinus para nasal), rongga telinga tengah dan pleura.

Tujuan:

  1. Menekan angka kesakitan dan mencegah penularan penyakit ISPA dan pneumonia.
  2. Pengobatan terhadap ISPA dan pneumonia .

Sasaran : 
Semua penderita ISPA dan pneumonia
Kegiatan Program :
Usaha-usaha yang ditujukan pada reservoir, rantai penularan dan penduduk yang at risk

  • Reservoir
Pengobatan tepat pada penderita dan edukasi tentang cara penularan dari penyakit pernafasan yang diderita
  • At risk
Penyuluhan (PKM) berkelompok tentang menjaga daya tahan tubuh.

Ruang Lingkup Program ISPA :
Sesuai dengan tantangan yang dihadapi saat ini, ruang lingkup program ISPA meliputi :

  • Pengendalian pneumonia balita.
  • Kesiapsiagaan dan respon terhadap pandemi Influenza yaitu penanggulangan episenter pandemi influenza, penanggulangan epidemi/ wabah dan penanggulangan pandemi influenza.
  • Pengembangan program ISPA yaitu diarahkan pada pengendalian ISPA diatas umur 5 tahun, ISPA akibat polusi udara sesuai dengan perkembangan dan kemampuan program.

Diare

Program diare merupakan salah satu program untuk menanggulangi penyakit menular. Penyakit ini ditularkan terutama melalui kontaminasi air dan makanan. Adapun tujuan, sasaran, dan kegiatan dari program penanggulangan diare adalah sebagai berikut :

Tujuan Umum :
  • Pengendalian dan pemberantasan penyakit diare.
Tujuan Khusus :
  • Untuk mengendalikan penyakit diare di wilayah kerja puskesmas Seririt I
  • Untuk membina peran serta masyarakat melalui penyuluhan sehingga dapat melakukan pencegahan diare dan tatalaksana diare di rumah tangga,
  • Untuk melaksanakan penyelidikan epidemiologi jika ditemukan kasus diare dengan dehidrasi,
Sasaran :
  • Seluruh penduduk di wilayah kerja Puskesmas Seririt I
Kegiatan Program :
Usaha-usaha yang ditujukan pada reservoir, rantai penularan dan penduduk yang at risk adalah :
  • Reservoir 
Melaksanakan pengobatan diare dan rehidrasi pada kasus diare dengan dehidrasi sesuai standar pelayanan kesehatan.
  • Rantai penularan
Melaksanakan kaporitisasi pada sumber-sumber air minum baik oleh petugas kesehatan maupun masyarakat sendiri.
  • Penduduk yang at risk
  1. Melaksanakan penyuluhan pada masyarakat sehingga dapat melakukan pencegahan penyakit diare dan tatalaksana diare di rumah tangga.
  2. Melaksanakan penyelidikan epidemiologi pada kasus diare dengan dehidrasi untuk mengetahui adanya penderita lain di masyarakat dan mengetahui sumber penularan.


Program Penanggulangan TB


Tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah utama kesehatan masyarakat Indonesia. Berdasarkan  hasil survei prevalensi TB di Indonesia pada tahun 2004, secara regional di Bali ditemukan angka insidensi TB sebesar 64 per 100.000 penduduk.
Program Nasional Penanggulanangan TB bertujuan menurunkan angka kesakitan dan angka kematian TB, memutuskan rantai penularan serta mencegah terjadinya multidrug resistant TB (MDR-TB). Melalui pelaksanaan program penanggulangan TB di tingkat pelayanan kesehatan dasar, termasuk di Puskesmas Seririt I, diharapkan dapat terwujud masyarakat yang mandiri dalam hidup sehat di mana tuberkulosis tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat. 
Oleh karena itu, dalam upaya penanggulangan TB, dijalankan misi sebagai berikut:

  • Menjamin bahwa setiap pasien TB mempunyai akses terhadap pelayanan yang bermutu untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian karena TB;
  •  Menurunkan risiko penularan TB; dan
  • Mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat TB.

Penanggulangan TB di Indonesia dilaksanakan sesuai dengan asas desentralisasi, sehingga penemuan kasus baru maupun pengobatan diupayakan di tingkat pelayanan kesehatan dasar. Salah satu sarana pelayanan kesehatan untuk program penanggulanan tuberkulosis di tingkat kecamatan berupa Puskesmas. Dalam pelaksanaan di Puskesmas, dibentuk Kelompok Puskesmas Pelaksana (KPP) yang terdiri dari Puskesmas Rujukan Mikroskopis (PRM) dengan dikelilingi oleh 3-5 Puskesmas Satelit (PS).

Program Gizi


Adapun kegiatan program gizi di puskesmas seririt I adalah  sebagai berikut:

Pencegahan primer :

  • Promosi kesehatan :

  1. Penyuluhan gizi masyarakat baik di Puskesmas maupun di luar Puskesmas tentang pentingnya vitamin A dan zat besi dan sumber makanan yang mengandung zat tersebut serta tentang pentingnya ASI eksklusif.
  2. Pemantauan kadarzi (Keluarga Sadar Gizi)
  3. Penyebarluasan pedoman umum gizi seimbang (PUGS)

  • Proteksi Spesifik :        

  1. Pemberian kapsul vitamin A untuk mencegah kekurangan vitamin A pada bayi, balita dan ibu nifas serta pemberian tablet Fe untuk mencegah anemia pada ibu hamil. Tablet Fe diberikan secara rutin kepada bumil melalui bidan desa yang sudah ditunjuk sehingga tidak perlu lagi ke puskesmas.
  2. Memberikan makanan tambahan yang mengandung kalori dan protein pada anak sekolah.

Pencegahan sekunder

  • Deteksi Dini :


  1. Pemantauan tumbuh kembang balita (penimbangan dan pelayanan terpadu) di Posyandu setiap bulan.
  2. Pemantauan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), kurang  energi kalori (KEK), kurang energi protein (KEP) dan pemantauan status gizi (PSG).
  3. Pemantauan pola konsumsi pangan keluarga.
  4. Pemantauan bumil KEK dari saat hamil hingga melahirkan.
  5. Pemantauan garam beryodium dan distribusi kapsul yodium.
  6. Pemeriksaan Hemoglobin (Hb) dan berat badan (BB) pada ibu hamil secara rutin.


  • Pengobatan Tepat :


  1. Pengobatan kasus gizi buruk, kunjungan rumah bila menemukan kasus.
  2. Memberikan bahan makanan kepada keluarga dengan anggota gizi kurang.

Pencegahan tersier

  • Pemberian pendidikan di sekolah luar biasa kepada penderita dengan gizi kurang yang mengalami kecacatan seperti kebutaan, idiot atau retardasi mental.
Pencatatan dan Pemantauan Gizi Balita


Program Kesehatan Lingkungan


Tujuan program :

  • Menanggulangi dan menghilangkan unsur-unsur fisik pada lingkungan sehingga faktor lingkungan yang kurang sehat tidak menjadi faktor risiko timbulnya penyakit menular di masyarakat
  • Mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat agar dapat melindungi masyarakat dari ancaman bahaya yang berasal dari lingkungan sehingga tercapai derajat kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat yang optimal,  
  • Meningkatnya mutu lingkungan hidup serta kemauan dan kemampuan individu, keluarga, dan masyarakat serta pemerintah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang berwawasan kesehatan.

Sasaran program

  • Tempat tinggal (rumah) penduduk,
  • Tempat-tempat umum (seperti pasar, restoran, tempat ibadah, sumber air minum penduduk, dan pembuangan air limbah dan sebagainya). Sasaran yang diperiksa pada tempat-tempat umum selain lingkungan fisiknya (pencemaran air, pembuangan sampah dan limbah lainnya), juga pengolahan makanan (food handler).

Strategi

  • Melakukan pemeriksaan ke rumah warga, tempat-tempat umum, tempat pengolahan makanan, lingkungan pemukiman dan tempat pengolahan pestisida,  
  • Edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan lingkungan baik secara perorangan maupun individu. 

Kegiatan Program

  • Inspeksi Sanitasi yaitu meliputi penyehatan air bersih, pengawasan tempat-tempat umum, tempat pengolahan makanan, pengawasan penggunaan jamban, pengawasan lingkungan pemukiman, pengendalian vektor dan tempat pengolahan pestisida,  
  • Penyuluhan secara perorangan di klinik Sanitasi dalam gedung maupun luar gedung.

Kegiatan yang Dilakukan 

  • Pengawasan Air Bersih
  • Pengawasan Tempat-Tempat Umum (TTU)
  • Pengawasan Tempat Penjualan Makanan Minuman (TPM)
  • Pengawasan Rumah, Jamban Keluarga, Air Limbah, Sampah
  • Mengawasi usaha Makanan olahan yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat
  • Pelaksanaan klinik sanitasi
  • Memperkuat Kerjasama lintas sektor Pemberdayaan masyarakat

Program Promosi Kesehatan

Penyuluhan Kesehatan Masyarakat adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan kondisi bagi perorangan, kelompok dan masyarakat, dalam berbagai tatanan, dengan membuka jalur komunikasi, menyediakan informasi, dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan prilaku, dengan melakukan advokasi, pembinaan suasana dan gerakan pemberdayaan masyarakat untuk mengenali, menjaga/memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya.

Tujuan :
Tercapainya perubahan prilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara prilaku sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.
Bentuk Kegiatan :
a. Peran Serta Masyarakat (Pratama, Madya, Mandiri, Utama)
  • Posyandu
  • TOGA
  • Pengobatan Tradisional
  • UKS
  • Desa Siaga
b. Penyuluhan Kesehatan
  • Penyuluhan dalam gedung
  • Penyuluhan luar gedung
  • Penyuluhan kelompok :
  1. Kelompok posyandu
  2. Penyuluhan masyarakat
  3. Anak sekolah
  • Penyuluhan perorangan
  1. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
  2. Advokasi program kesehatan dan program prioritas
  3. Pembinaan dana sehat/jamkesmas

Penyuluhan mengenai IMS


Pelayanan Pengobatan

Pelayanan pengobatan puskesmas meliputi poli umum dan UGD. Sesuai dengan visi dan misi puskesmas untuk memberikan pelayanan kesehatan terutama pelayanan pengobatan dasar secara merata dan berkualitas. pelayanan komprehensif dengan menitikberatkan pencegahan kesehatan melalui penyuluhan saat pasien sedang menunggu nomor antrian dan pemberian edukasi saat pasien sedang berobat.

Berikut 10 Penyakit terbanyak di Puskesmas Seririt I :
  1. Hipertensi primer (26%)
  2. Artritis (17%)
  3. Kencing manis (10%)
  4. Gastritis (9%)
  5. Bronkitis akut (8%)
  6. ISPA (7%)
  7. Dermatitis (7%)
  8. Asma (6%)
  9. Faringitis (6%)
  10. Influenza (4%)



Pemeriksaan Pasien di Polikliknik-UGD

Program Imunisasi



Tujuan Umum :
Turunnya angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Sasaran
Sasaran berdasarkan usia yang diimunisasi :

  1. Imunisasi Rutin (dibawah satu tahun)
  2. Wanita usia subur atau WUS (wanita yang berusia 15 – 49 tahun)
  3. Ibu hamil (bumil)
  4. Anak usia sekolah tingkat dasar

Pelaksanaan Program

  • Membuat jadwal pelayanan imunisasi diseluruh wilayah kerja Puskesmas Seririt I
  • Merencanakan kebutuhan vaksin dan peralatan vaksinasi, cold chain, cold box, vaksin carrier
  • Mengelola vaksin dan cold chain sesuai dengan petunjuk teknis
  • Memberikan Penyuluhan tentang Imunisasi
  • Imunisasi Dasar : bayi umur 0 – 11 bulan
  1. BCG                          : Bayi baru lahir – 11 bulan
  2. DPT Combo 1           : Bayi umur 2 bulan
  3. DPT Combo 2           : Bayi umur 3 bulan
  4. DPT Combo 3           : Bayi umur 4 bulan
  5. Polio 1                      : Bersamaan dengan BCG
  6. Polio 2                      : Bersamaan dengan DPT Combo 1
  7. Polio 3                      : Bersamaan dengan DPT Combo 2
  8. Polio 4                      : Bersamaan dengan DPT Combo 3
  9. Campak                    : Bayi umur 9 Bulan


  • Imunisasi Tambahan
  1. TT1 dan TT2           : diberikan pada bumil dan WUS yang belum T5
  2. Penentuan status T1-T5 ditentukan berdasarkan imunisasi DPT, DT dan TT yang telah didapatkan sebelumnya.
  3. T1 : telah mendapat DPT Combo I dan II
  4. T2 : telah mendapat DPT Combo I, II dan III
  5. T3 : telah mendapat DPT Combo I, II dan III + DT kelas 1 SD
  6. T4 : telah mendapat DPT Combo I, II dan III + DT kelas 1 SD + TT kelas 2 SD
  7. T5 : telah mendapat DPT Combo I, II dan III + DT kelas 1 SD + TT kelas 2 SD + TT kelas 3 SD


  • Imunisasi Anak Sekolah
  1. BIAS Campak         : anak Sekolah Dasar kelas 1 baru
  2. BIAS DT/TT           : DD pada anak Sekolah Dasar kelas 1 baru dan TT pada anak Sekolah Dasar kelas 2 dan kelas 3


  • Pencatatan dan Pelaporan
  • Monitoring dan Evaluasi
Imunisasi TT1 dan TT2 pada WUS


Program KIA-KB

Kegiatan Posyandu Balita

Pengertian
Upaya kesehatan ibu dan anak adalah upaya di bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita serta anak prasekolah.
Pemberdayaan Masyarakat bidang KIA merupakan upaya memfasilitasi masyarakat untuk membangun sistem kesiagaan masyarakat dalam upaya mengatasi situasi gawat darurat dari aspek non klinis terkait kehamilan dan persalinan
Sistem kesiagaan merupakan sistem tolong-menolong, yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat, dalam hal penggunaan alat transportasi/ komunikasi (telepon genggam, telpon rumah), pendanaan, pendonor darah, pencatatan-pemantaun dan informasi KB.
Dalam pengertian ini tercakup pula pendidikan kesehatan kepada masyarakat,  pemuka masyarakat serta menambah keterampilan para dukun bayi serta pembinaan kesehatan  di taman kanak-kanak.
Tujuan
Tujuan Umum
Tujuan program kesehatan ibu dan anak adalah tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarganya untuk atau mempercepat pencapaian target Pembangunan Kesehatan Indonesia yaitu Indonesia Sehat 2010, serta meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya.
Tujuan Khusus

  1. Meningkatnya kemampuan ibu (pengetahuan, sikap dan perilaku) dalam mengatasi kesehatan diri dan keluarganya dengan menggunakan teknologi tepat guna dalam upaya pembinaan kesehatan keluarga, Desa Wisma, penyelenggaraan Posyandu dan sebagainya.
  2. Meningkatnya upaya pembinaan kesehatan balita dan anak prasekolah secara mandiri di dalam lingkungan keluarga, Desa Wisma, Posyandu dan Karang Balita, serta di sekolah TK.
  3. Meningkatnya jangkauan pelayanan kesehatan bayi, anak balita, ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas dan ibu menyusui.
  4. Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu menyusui, bayi dan anak balita.
  5. Meningkatnya kemampuan dan peran serta masyarakat, keluarga dan seluruh anggotanya untuk mengatasi masalah kesehatan ibu, balita, anak prasekolah, terutama melalui peningkatan peran ibu dalam keluarganya.

Kegiatan

  • Pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan menyusui serta bayi, anak balita dan anak prasekolah.
  • Deteksi dini faktor resiko ibu hamil.
  • Pemantauan tumbuh kembang balita
  • Imunisasi Tetanus Toxoid 2 kali pada ibu hamil serta BCG, DPT 3 kali, Polio 3 kali dan campak 1 kali pada bayi.
  • Penyuluhan kesehatan meliputi berbagai aspek dalam mencapai tujuan program KIA.
  • Pengobatan bagi ibu, bayi, anak balita dan anak pra sekolah untuk macam-macam penyakit ringan.
  • Kunjungan rumah untuk mencari ibu dan anak yang memerlukan pemeliharaan serta bayi-bayi yang lahir ditolong oleh dukun selama periode neonatal (0-30 hari)
  • Pengawasan dan bimbingan kepada taman kanak-kanak dan para dukun bayi serta kader-kader kesehatan.
  • Rujukan ke poli IMS